Kami menggunakan inovasi terbaharukan, perlatan modern, memiliki tenaga kerja yang terlatih dan juga terampil serta menjalin kerjasama dengan mereka yang telah ahli di bidangnya. Jaminan kualitas produk yang menjadi prioritas utama dengan terus mengembangkan, melakukan riset produk-produk kami demi memberikan berbagai kebutuhan pelanggan kami pada bidang pertanian.
Atraktan merupakan zat kimia yang memiliki daya pikat seks spesifik pada hewan jantan atau betina, salah satunya dalam bentuk feromon. Sebagai alat perangkap massal, pemakaian perangkap atraktan akan menurunkan tingkat langsung akan menekan jumlah perkawinan serangga, sehingga akan menurunkan tingkat populasi hama generasi berikutnya. Penggunaan atraktan ialah ramah lingkungan, bersifat spesifik sehingga tidak mengurangi populasi serangga menguntungkan, dan tidak menimbulkan resistensi.
Beberapa hama utama pada tanaman hortikultura adalah lalat buah, aphid, dan Thrips yang menyerang tanaman buah-buahan ulat spodoptera yang menyerang bawang-bawangan dan ulat plutella yang menyerang kubis-kubisan.
Beberapa hama utama yang perlu dikendalikan pada tanaman pangan dan palawija diantaranya adalah serangga penggerek batang padi, ulat tentara frugiperda, lanas dan tikus.
Beberapa hama utama yang perlu dikendalikan pada pertanaman perkebunan diantaranya adalah serangga penggerek buah kopi (PBKo), penggerek buah kakao, dan kumbang badak.
Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari sisa tumbuhan baik segar atau kering, kotoran hewan, hingga produk sampingan pertanian. Selain memenuhi kebutuhan hara tanaman, penerapan pupuk organik dapat mendorong peningkatan biomassa bakteri heterotrofik yang merangsang produktivitas primer.
Pupuk hayati adalah bahan yang mengandung mikroorganisme hidup yang bila diaplikasikan pada benih, permukaan tumbuhan atau tanah menempati rizosfer bagian dalam tumbuhan dengan meningkatkan pasokan atau ketersediaan nutrisi untuk tanaman. Pupuk hayati menambah nutrisi melalui proses alami fiksasi nitrogen, melarutkan fosfor dan merangsang pertumbuhan tanaman melalui sintesis zat pemacu pertumbuhan.
Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tumbuhan yang berfungsi untuk mengendalikan organisme menghambat pertumbuhan dan menghambat proses penularan. Berbeda dengan pestisida sintetik, pestisida ini tidak meninggalkan residu yang berbahaya pada tanaman maupun lingkungan.
Agen hayati adalah setiap organisme yang dalam semua tahap perkembangan dapat dipergunakan untuk keperluan pengendalian organisme pengganggu tanaman. Selain tidak meninggalkan residu berbahaya pada tanaman maupun lingkungan, agen hayati juga tidak menimbulkan resistensi pada organisme pengganggu tanaman sasaran.